Overload Vol.3 “Bloody Valkrie”

“Makanan macam apa ini!” Sebuah teriakan histeris dan bernada tinggi, diikuti dengan suara benturan alat makan dengan piring-piring, berdering ke seluruh ruangan. Beberapa orang di restoran menatap gadis yang sedang marah itu.

Penampilan gadis itu sangat cantik, hingga titik dimana kata ‘cantik’ tidak cukup untuk mendeskripsikan dia. Kecantikannya bahkan cukup untuk menyamai gadis tercantik di Kingdom, yang juga dikenal dengan nama putri “Emas”. Bahkan kemarahannya hanya menambah daya tariknya. Tidak hanya itu, meskipun dia sangat berisik, setiap gerakannya dipenuhi dengan keanggunan dan luapan kemewahan.

Pastinya, dia adalah putri dari seorang bangsawan dari negara lain. Tidak hanya itu, tetapi kelihatannya mereka dilahirkan dengan derajat tinggi oleh bangsawan kaya raya. Dia tidak sabar mengangkat rambutnya yang panjang dan penuh hiasan dan memandang kecewa terhadap hidangan di depannya. Seluruh meja itu hampir penuh dengan piring-piring makanan.

Di dalam keranjang ada roti putih yang sangat lembut dan mengeluarkan asap seperti baru keluar dari oven. Di piringnya, ada sepotong daging yang dipanggang setengah matang dan lembut serta berair membuat yang melihatnya berlinang air liur. Daging itu dilengkapi dengan jagung beroleskan mentega manis yang dipanggang dan harum baunya, kentang yang dipotong-potong renyah dan sangat lezat sebagai hidangan sampingan.

Kombinasi itu sangat mengundang nafsu makan. Ada juga salad yang enak dibuat dengan tenderloin yang diasinkan dan dipanggang, diletakkan di atas sayuran yang segar dan seperti baru dipetik dari kebun. Aroma yang menggiurkan dari jeruk juga bisa tercium dari salad tersebut. Ini adalah hidangan yang terbaik dan paling mewah yang dibuat oleh restoran di dalam penginapan yang paling mewah di kota berdinding E-Rantel, “Shining Golden Pavilion”.. Bahan makanan mereka dijamin adalah bahan tersegar meskipun menggunakan mantra [Preservation].

Biasanya, seluruh koki mereka adalah koki-koki elit kelas satu. Ini adalah hidangan yang hanya bisa dinikmati oleh bangsawan dan orang kaya. Namun, gadis itu jelas-jelas tidak tertarik oleh hidangan yang mewah dan penuh seni ini. “Ini rasanya tidak enak sama sekali!” Tidak hanya terkejut karena mendengar protes gadis itu, orang-orang pun bertanya-tanya makanan surga macam apa yang biasa disantap oleh gadis ini. Gerutuan yang tidak sopan yang diucapkannya sendiri menyebabkan semua orang menunjukkan ekspresi diam tak bisa berkata apapun.

Sementara itu, kepala pelayan tua yang ada di belakangnya memiliki sikap dan ekspresi yang tidak berubah. Bahkan setelah dia berbalik dan memandangnya dengan kasar, pak tua itu masih tegap. Seakan dia hanya memiliki satu ekspresi saja. ”

Lanjutkan Baca Klik Sini

Lanjutkan Download PDF Klik Sini

Special Thank to cybershnote.blogspot.co.id and hynovel.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *