Masou Gakuen HxH Vol.5 Bahasa Indonesia

Prolog.

Itu adalah ruangan redup. Lingkaran sihir putih kebiru-biruan mengapung di dinding. Cahaya tipis berlari seolah-olah lingkaran sihir itu terbelah secara vertikal. Di momen selanjutnya, cahaya itu melebar sekaligus. “……Kuh.” Cahaya menembus mata yang digunakan dalam kegelapan. Dia menghindari cahaya dengan tangannya melawan pancaran dari luar pintu dan memasamkan wajahnya. “Keluarlah, Hida Kizuna.” Suara datang dari dalam cahaya itu.

Kizuna membuka matanya dan memfokuskan matanya ke cahaya. Dengan melakukan itu, dia bisa melihat siluet pudar seseorang. Bayangan orang mendorongkan tangan kananya kedepan. Sesuatu yang sama seperti lingkaran sihir dalam kegelapan bersinar putih kebiru-biruan di telapak tangan itu. Pintu yang sampai sekarang tidak pernah bergerak ketika dia menendang dan memukulnya adalah penutup

dengan luncuran kesamping. Itu seperti lingkaran sihir itu melakukan peran sebagai kunci. Dia memastikan penampilan dirinya sendiri dengan cahaya yang bersinar masuk. Setelah Heart Hybrid Gearnya di hapus oleh Forbidden Armament Zeros [Code Breaker], dia segera ditawan oleh penjaga kerajaan Vatlantis. Terima kasih untuk itu, dia masih dalam pilot suit compang-campingnya. Lukanya karena dicambuk oleh Zelcyone terasa sakit. Tapi, itu keberuntungan bahwa dia diberi perawatan sebelum dia dilemparkan sendirian ke dalam sel ini. Kaki kirinya yang ditembus oleh pedang juga dibungkus oleh perban. Setelah dia bangkit dari kasur sederhana, rasa sakit tajam menjalar di kakinya. Seolah-olah untuk memastikannya, dia mengambil satu langkah dengan kaki kirinya dan meletakan beratnya padanya. Itu sangat menyakitkan, tapi dia bisa berjalan. Kizuna melihat kesekeliling sel dengan lebar empat setengah tatami. Apakah itu kasur atau baki, itu adalah ruangan yang dibentuk dari satu material yang seperti plastik. Pencahayaan hanya satu lampu di dinding yang seperti LED. Tidak ada apapun yang lain.

Berapa dia sudah dikurung disini? Lima jam…..tidak mungkin delapan jam. Dia terkunci di dalam ruangan suram, jadi perasaannya tentang waktu kabur. “Apa yang kau lakukan? Cepatlah keluar.” Dia bisa mendengar suara jengkel. Matanya sebagian besar bisa melihat cahaya sekarang, jadi dia bisa memastikan pemilik suara itu. Rambutnya pirang dalam gaya terkatung-katung di kepang. Wajah teratur dengan mengagumkannya punya kecantikan dan kemanisan dari boneka barat hidup didalamnya. Akan tetapi seolah-olah menolak dua faktor itu, mata kananya tersembunui oleh penutup mata. Dia bisa mengerti bahwa dia anggota penjaga kerajaan dari seragam yang dia kenakan. ‘—-Wanita ini orang yang melemparku kedalam sel. Jika aku tidak salah…..dia dipanggil Clayda dari Quartum.’ Panampilannya sekitar seumuran dengan Kizuna, tapi penampilannya punya kehadiran dan tekanan aneh. Itu seperti dia sudah pernah selamat dari peristiwa pertumpahan darah banyak kali. Setelah menimbun perjalanan yang dia jalani dan alami, memadatkanya,

tubuh itu yang sekarang oenuh dengan kepadatan jauh lebih tinggi dari orang normal. Clayda dari Quartum ini yang berpakaian dalam udara berbahaya akan menunjukkan kebodohan tak menarik jika dia di depan Zelcyone. Tapi, dari sikapnya saat ini, hal seperti itu tidak bisa dibayangkan sedikitpun datang darinya. Kizuna keluar dari sel sambil waspada terhadap Clayda. Di luar adalah koridor panjang. Sama dengan sel isolasi, koridor putih tanpa dekorasi apapun berlanjut tanpa akhir. Dan lalu, pintu yang sama berbaris di kanan dan kiri dinding dengan jarak tertentu diantara mereka. ‘Apa Himekawa, Yurishia, dan yang lainnya juga di kurung disini? Dan lalu…..bagaimana dengan Aine? Apa yang terjadi pada Aine?’ Clayda bersandar di dinding dan menatap Kizuna dengan kecurigaan, di satu tangannya memegang sarung pedang yang sangat melengkung seperti bulan sabit. “Oi, Clayda……kan? aku punya sesuatu yang ingin aku- —“

Tiba-tiba sesuatu yang dingin bisa dia rasakan di ternggorokannya. “!?……-“ Pedang tajam hampir memotong leher Kizuna. Pedang yang dicabut dari sarung yang Clayda genggam dengan anehnya tipis dan panjang. Pedang elegan itu secara ekstrim melengkung seperti bulan sabit, dia tidak mengerti sama sekali kapan itu di cabut, dan kapan itu di ayunkan. Dia tidak menyadari satupun gestur atau kehadiran apapun. Keringat keluar di kening Kizuna. ‘Jika dia merasa seperti itu, aku akan terpotong dalam sekejap.’ “Kizuna. Aku akan mengatakannya satu kali lagi. jangan mencoba melakukan apapun yang tidak perlu.” Clayda menatap Kizuna dengan satu matanya. Tidak ada kemarahan atau kebencian di mata itu. Untuk Clayda, Kizuna bukan keberadaan penting atau bahkan keberadaan berbahaya. “Yeah…..aku mengerti skillmu…..disamping itu aku tidak bisa memakai Heart Hybrid Gearku, aku tidak mungkin melawan disini.”

Kizuna dengan perlahan mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan gelang yang dipasang di tangannya. “Itu karena benda ini kan? Tidak peduli seberapa banyak aku berteriak, aku tidak bisa memakai Heart Hybrid Gearku.” Dia menunjukkan sikap tidak melawannya, tapi Clayda masih tidak menarik kembali pedangnya. “Oi……apa masih ada sesuatu yang lain? Jika mungkin, aku ingin kau menjauhkan pedang ini.” Dengan satu gerakan dari pergelangan tangan Clayda, tenggorokan Kizuna akan terpotong dan lalu mati. Keringatnya yang keluar mengikuti sepanjang pedang di tenggorokannya dan menetes dari pingirnya. Ekspersi Clayda sedikit terbungkus dalam kejengkelan. Bibir lembutnya terbuka dengan keengganan. “Juga satu hal lagi. jangan memanggil namaku dengan akrab, armor sihir hitam. Tidak peduli seberapa tingginya posisi yang kau punya di Lemuria sebagai kesatria sihir, di sini kau lebih rendah dari pada orang liar dari perbatasan. Dengan semua hak, lehermu seharusnya sudah terpotong seperti ini.”

Serupa ketika itu dicabut, pedang disimpan kembali ke sarungnya dalam sekejap. Pedang yang hampir membentuk setengah lingkaran itu di sarungkan kebali dengan mahirnya. Kizuna sejujurnya merasa terkesan seolah-olah dia melihat akrobatik. “Dasar…..jika tidak ada perintah menjengkelkan untuk tidak membunuhmu.” Clayda bergumam dalam mood buruk. Akan tetapi telinga Kizuna tidak bisa menangkap gumaman itu ketika dia menyadari ekspresi ragu-ragu ku, Clayda sedikit mengklikan lidahnya dan menunjuk kedepan koridor dengan dagunya. “Jika kau sudah paham lalu cepatlah jalan. Janga membuat menunggu lebih lama dari ini.” Dia punya sesuatu yang lain yang ingin dia tanyakan, tapi itu tidak berharga untuk terbunuh. Kizuna menahannya dan mulai berjalan ke koridor dalam keheningan. Setelah maju kedepan sambil melindungi kekhawatiran, dia bisa melihat pintu masuk kecil seperti hatch kapal. Kekhawatirannya tumbuh ganas dari apa yang terjadi diluar. Akankah dia tiba-tiba didorong dari langit dan dibawah ada gunungan jarum menunggu?

Sambil berpikir hal seperti itu, dia datang keluar dengan tegas. Dan lalu Kizuna secara refleks menelan ludah dari pertunjukan besar yang tersebar didepan matanya. “Ini……dimana?” Tembok hitam raksasa yang menulang tinggi menyebar di pandangannya secara penuh. Tembok yang memberinya kesan dari armor yang bersinar hita yang lebih tinggi dari pada tiga ratus meter. Tembok yang terlalu tinggi berlanjut sampai jauh diluar, tembok yang jauh di depan nampak berkabut. Dan lalu senjata sihir meju ke tembok hitam dalam garis tiada akhir. Berapa banyak mesin yang ada? Senjata sihir yang senjata sihir yang diciptakan berbaris rapi sedikit berbeda dari senjata sihir biasanya yang dia jumpai. Penampilan Blue Head dan Albartross yang seperti ksatria sama, tapi di atas armor berwarna dicat dengan warna berbeda putih dan merah, ada juga jambul seperti melipat atau jambul keluarga dicat pada mereka bersama dengan ornamen halus yang bagus sekali didekorasi pada mereka. senjata sihir di kepala barisan membawa bendera besar, itu seperti parade yang akan dilaksanakan setelah ini.

Lanjutan Volume 5 bisa agan download : sini

Maaf ya kami tidak bisa melanjutkanya untuk dibaca diweb karna LN ini memiliki cerita yang orang dewasa aja yang baca, tidak cocok di baca anak dibawa umur ( kurang dari 18 tahun).

Hasil Terjemahan : Sardi Darmaband

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *