Masou Gakuen HxH Vol.6 Bahasa Indonesia

Bagian 1.

Setelah Aine menjangkaukan tangannya ke bukti seorang kaisar yang merupakan mahkota emas, dia menaruhnya di kepalanya. Gadis yang menatap menatap balik padanya dari cermin, tubuhnya terbungkus dengan pakauan yang hanya diijinkan untuk kaisar. Daripada memanggilnya pakaian, itu adalah aksesoris. Akesoris yang terbuat dari perak, emas, dan perhiasan yang dipasangkan pada tubuhnya sebagai pakaian, dan dia memakai kain transfarant tipis seperti jubah. Semua asksesoris dengan tepat diukur untuk Aine secara pribadi gunakan, diciptakan untuk dengan erat sesuai dengan garis tubuh lembutnya. Arti dari kesatuan itu pada tingkat yang bisa membuat orang berpikir bahwa sebagian besar aksesoris adalah cat tubuh. Dan lalu, ornamen tipis dan raping yang sangat kecil dalam ukuran, itu adalah bagian yang tidak boleh di tunjukan pada orang lain tidak bisa cukup di sembunyikan. Terlalu banyak nilai terekspos tinggi membuat Aine merasa rasa malu yang kuat, di saat yang sama itu mengutamakan kecantikan Aine sangat banyak.

Pakaian ini benar-benar mirip dengan pakaian yang dipakai adik Aine yang bertindak sebagai wakil kaisar Vatlantis ketika Aine hilang. Jika orang harus mengatakan apa yang berbeda, itu adalah pakaian Aine lebih mewah daripada milik Grace. Pakaian itu sendiri dengan kuat menekankan bahwa Aine adalah satusatunya, bahwa dia adalah keberadaan yang jauh lebih tinggi dari Grace, itu bagaimana orang yang melihatnya akan berpikir. Aine mendesah dengan dalam. Di sudut kamarnya yang bisa degan mudah mencapai lebih dari seratus tatami, Aine hanya sendiri disana, dia menghadap cermin. Gadis di dalam cermin kontras dengan pakaian mewah dan gemerlap yang dia pakai, ekspresinya dengan gelap down. ‘—-Apa ini, benar-benar aku?’ Dia bertanya pada dirinya sediri didalam hatinya untuk memastikannya. Kaisar Vatlantis, Ainess Synclavia. Tidak ada kesalahan bahwa orang yang berada didalam cermin adalah dia. Ketika tubuhnya bergerak, kaisar didalam cermin juga membuat pergerakan yang sama. Benar, dia adalah kaisar Vatlantis.

Dia bukan lagi Chidorigafuchi Aine dari Ataraxia. Akan tetapi, apa ketidaknyamanan yang masih menggantung didalam dirinya. Ingatannya sudah kembali, garis keturunan dan masa lalunya menjadi jelas. Tidak ada dasar untuk merasa ragu dari fakta bahwa dia di Atlantis. Di samping itu, dirinya saat ini terasa seperti kebohongan. Aine mengambil kedalam tangannya sebuah kalung emas yang diberikan baru saja dan memasangnya di sekitar lehernya sebelum mengaitkannya di belakangnya. Sebenarnya ini adalah pekerjaan untuk pelayannya, tapi dia ingin sendiri sebentar dan memaksa pelayan dan penjanganya untuk mundur. Itu sepertinya mereka sekarang ini menunggu perintah di depan pintu ruangan. Aine mendesah satu kali lagi dan mengangkat pinggang bertanya. Ketika dia membuka pintu yang seukaran ruangan ini, dia keluar ke koridor dengan langit-langit yang lebih tinggi. Tingginya sekitar dua lantai dan lebanya lebih dari lima meter, bahkan sebuah mobil bisa dengan mudah melaju disini. Ketika dia membayangkan itu, di koridor yang luas itu, pelayan dan kesatria penjaga berbaris. Dari barisan dengan lima puluh orang, ada beberapa orang selangkah di depan mereka, Zelcyone, dan lalu dua dari Quartum, rambut biru panjang Lunorlla dan rambut merah Ramza.

Dan lalu di depan mereka adik perempuan tercintanya, Grace menunggunya. “Nee-sama, sungguh kamu terlihat cantik. Pagi ini juga, kecantikanmu terlihat bersinar.” Grace merendahkan kepalanya dengan penuh hormat, lalu yang lainnya juga mengiuti aksinya. “Cukup dengan pujiannya. Dan, hentikan cara berbicara seperti kau adalah orang asing.” Ketika dia menaikkan kepalanya, Grace berbicara balik dengan wajah serius. “Mengesampingkan waktu ketika kita berdua sendirian, aku tidak bisa bersikap seperti itu di depan semuanya. Nee-sama akan segera menjabat sebagai kaisar yang asli, oleh karena itu semua ini penting. Perbedaan antara Nee-sama dan aku harus di tunjukkan dengan jelas.” Aine berpikir bahwa adiknya benar-benar datang terlalu jauh.

“Dan lalu Nee-sama, pasukan penaklukan Kizuna sudah di atur. Zel, apa persiapan untuk penonton sudah selesai?” Grace menanyai Zelcyone dibelakangnya tanpa melihat kebelakang. “Ya. Mereka menunggu kedatangan Ainess-sama di tempat landing di luar dinding kastil. Silahkan lihatlah dari balkon.” Aine mulai berjalan di koridor yang dihiasi oleh kesunyian, diikuti oleh Grace, Zelcyone, dan lalu Lunorlla dan Ramza, disambung oleh pasukan penjaga, mereka membentuk satu baris rapi. Ada tangga ketika mereka berbalik di sudut. Itu adalah tangga yang secara langsung terhubung ke balkon eksklusif untuk kaisar, balkon bisa memperlhatkan pemandangan dari tempat landing kapal perang yang bersebelahan dengan istana kerajaan. Tempat landing luas seperti lapangan terbang, jadi itu jelas cukup untuk mengumpulkan pasukan penaklukan disana. Aine tiba-tiba disoraong oleh harapan untuk mengabaikan tangga itu dan melewatinya. Dia mengepalkan tinjunya dengan erat dan menuruni tangga, turun dan berdiri di balkon luas.

Lanjutan Volume 6 bisa agan download : sini

Maaf ya KAMU tidak bisa melanjutkan untuk dibaca diweb karna LN ini memiliki cerita yang orang dewasa aja yang baca, tidak cocok di baca anak dibawa umur ( kurang dari 18 tahun).

Hasil Terjemahan : Sardi Darmaband

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *