Masou Gakuen HxH Vol. 8 Bahasa Indonesia

Prolog.

“Kapten, ini sudah pagi desu. Tolong bangunlah desu.”

Ini adalah suara manis seperti bel berdering. Di undang oleh suara itu, kedasarannya naik ke permukaan dari dasar tidur dalam.

“Nn……”

Setelah dia menguap seolah-olah mengeluarkan wajanya dari permukaan air, seorang gadis yang seperti malaikat di cerminkan di matanya.

ch, kamu sudah bangun Kapten? Selamat pagi desu.”

Rambut pirang lembut dan mata ungu. Senyumnya yang dilimpahi dengan kenikmatan dan pengharapan mengamati ke wajahnya.

“Tempat ini……apa ini, surga?”

“Kapten? Apa yang kamu bicarakan desu?”

Pikirannya tidak bisa tenang dan berbagai persoalan yang naik di dalam kepalanya menghilang.

‘—-Ini seperti sesuatu yang benar-benar serius terjadi…..sesuatu yang benar-benar penting……’

Pikiran berkabutnya mencoba mengingat mimpi yang dia lihat barusan. Akan tetapi semakin dia mencoba mengingat, semakin ingatan itu pergi lebih jauh. Dia mencoba menangkap ujung mimpi mipi itu dan menutup matanya sekali lagi.

Seolah-olah untuk menghalangi itu, tirai dibuka dengan kuat. sinar mata hari pagi bersinar kedalam ruangan, itu menyilaukan ketika matanya di tutup. Dan lalu seolah-olah untuk memberi tiupan terakhir, tangan kecil mengguncangkan tubuhnya.

“Dasar, Kapten pengantuk desu. Kapten akan terlambat jika tidak cepat bangun desu.”

“Aah……Sylvia huh.”

Hida Kizuna bangun dari kasur dengan rasa malas.

“Selamat pagi. Hari ini kamu cepat juga.”

“Apa Kapten bergadang kemarin desu?”

“Kemarin…….eh? aku penasaran tentang itu?”

Sylvia tersenyum pada jawaban tidak jelas Kizuna.

“Sepertinya Kapten belum sepenuhnya bangun desu. Silahkan cuci mukamu dulu. Selama Kapten melakukan itu, Sylvia akan menyiapkan sarapan desu.”

“Baik. Terima kasih Sylvia.”

Sekarang dia bangun itu benar-benar bukan apa-apa. Bahkan isi dari mimpi yang dia secara aneh terganggu dengan hanya sebuah mimpi. Itu sudah benar-benar lenyapa dari dalam kepala Kizuna.

Apa yang dipanggil mimpi hidup ketika itu dilihat, tapi ketika orang bangun itu akan benar-benar dilupakan segera. Pasti itu karena isi tidak logis atau tidak dapat dipahami, tapi sesuatu yang bukan bukan.

Kizuna membasuh wajahnya dan selesai mengganti pakaiannya, lalu dia menuju ke dapur. Disana, sarapa lezat dengan menaikkan asap menunggunya. Itu sarapan gaya Inggris buatan Sylvia.

Telur mata sapi cantik. Sosis penuh dengan meat juice dan bacon. Tomat dan salada segar, jamur, kacang panggang, pudding hitam, dll. Semua itu disiapkan di piring. Aroma menyegarkan naik dari panggang dan gelas yang terisi dengan kopi sebagai ganti teh. Semua otu menyerang perut tertidurnya dan memangunkan selera makannya.

“Sekarang, silahkan makan desu.”

Mengambil tempat duduk di depan Sylvia, dia mengambil simpitnya sambil mengatakan ‘itadakimasu’.

Volume ini sangat banyak untuk sarapan, tapi itu enak hingga dia terus makan tanpa sadar.

“Aku bersyukur kamu merawatku secara pribadi, dan tentu saja aku senang……Sylvia, kami tidak memaksakan dirimu kan?”

Sylvia mengedipkan matanya dengan wajah bingung. Setelah sesaat, dia memiringkan kepalanya. Itu nampak bahwa dia terganggu karena dia tidak menngerti apa yang dia maksud.

“Tidak, kamu membuat sarapan dan memberishakn ruangan, kwalitasnya juga sangat tinggi…..aku berpikir apakah itu membuatmu lelah.”

“Itu tidak melelahkan sama sekali desu. Sylvia menikmatinya desu.”

Mengatakan itu, dia menunjukkan sebuah senyuman yang benar-benar nampak gembira.

“Dari pada itu, Kapten sendiri, apa kamu lelah desu? Pagi ini Kapten benar-benar lesu desu.”

“Tidak, daripada lelah……mungkin itu aku sedikit bermimpi buruk.”

“Mimpi buruk desu?”

“Itu, aku tidak ingat semua mimpinya. Untuk beberapa alasan, itu terasa seperti itu sesuatu yang benar-benar spektakuler seperti dunia akan berakhir atau semacamnya.”

“Haa, kehancuran dunia……desu. Kapten melihat mimpi yang benar-benar berbahaya desu.”

Apa dia akan tertawa, dia penasaran, tapi secara tidak terduga Sylvia menunjukkan ekspresi serius. Dia mengambil remot di meja dan menekan tombol setelah itu televisi besar di tengah ruang tamu menyala dan berita pagi mulai di siarkan.

{Selanjutnya setelah lamaran cuaca, ini adalah lamaran AU Entrance Jepang. Pejangkitan Entrance di Jepang dipastikan dalam kemungkinan rendah. Kemungkinan kemunculan Entrance di setiap wilayar seperti yang bisa terlihat.}

“Nilai maksimum sekitar 10%……nampaknya hari ini tidak akan ada bentrokan AU skala besar bukan desu.”

“Yeah. Dengan nilai itu tidak akan ada pengiriman kupikir.”

“Kehancuran dunia tidak akan terjadi desu.”

Wajah tersenyum berseri Sylvia yang nampak meberitahunya untuk tenang membuat Kizuna tersenyum tenang.

“Bahkan aku tidak berpikir dengan serius tentang sesuatu seperti kehancuran dunia tahu. Meskipun bentrokan AU terjadi dan Demon God Weapon muncul, tidak akan ada masalah apapun dengan Amaterasu kita disini kan?”

“Tentu saja desu! Sylvia akan melakukan yang terbaik desu!”

—-Bentrokan AU.

Itu adalah penomena yang terjadi ketika dua dunia, dunia ini dan dunia alternatif yang aslinya seharusnya tidak menyeberangi satu sama lain, berkontak satu sama lain. Dan lalu sebuah Entrance yang muncul ketika kedua dunia bertabrakan.

Apa yang datang dari AU melalui robekan itu adalah senjata raksasa misterius yang dipanggil Demon God Weapon.

Identitas sebenarnya dan tujuan mereka tidak jelas. Itu hanya mereka adalah keberadaan yang berulang kali menyerang dan menyerbu dengan diam. Sebelumnya, kerusakan besar dihasilkan oleh mereka, tapi saat ini karena pasukan Heart Hybrid Gear yang dimulai dari Amaterasu, itu menjadi mungkin untuk mengusir mereka.

Penelitian tentang bentrokan AU juga dikembangkan. Sekarang, bahkan kemunculan Entrance bisa di prediksi. Itu sudah biasa untuk berita pagi dan sore untuk melaporkannya bersama laporan cuaca. Sekarang bentrokan AU dan Demon God Weapon yang muncul dari sana menjadi perasa seperti sesuatu di level yang sama seperti bencana seperti badai petir atau topan.

“Ah! Kita akan terlambat jika kita tidak pergi segera desu!”

Suara Sylvia membuatnya memastikan jam yang di tunjukkan di layar televisi. Tidak ada lima belas menit lagi sampai gerbang sekolah di kunci.

“Ini buruk-! Minggu ini Himekawa sendiri yang berjaga di gerbang kan? Ayo cepat!”

Alat makan di dorong ke mesin pencuci piring sesaat sebelum Kizuna keluar kamar dengan Sylvia. Mungkin karena waktu sudah terlambat, tidak ada kehadiran manusia di koridor asrama. Itu juga lambat untuk menunggu elevator, mereka berlari kedepan dalam kebingungan dimana sinar matahari hangat musim semi dan angin menyegarkan menyambut mereka.

Tidak ada alasan tertentu, tapi hati Kizuna di hidupkan.

‘—-Sepertinya hari ini akan jadi hari yang menyenangkan juga.’

Dia punya firasat seperti itu.

Chapter.1

Lanjutan  Bisa di download di bawah Ini : Sini

“Sekian Volume kali ini, Jangan Lupa untuk membeli Light Novel ini jika terbit di kota kalian sebagai bukti apresiasi kalian terhadap karya si penulis dan terus dukung kami agar bisa memberikan postingan Volume-Volume berikutnya, see you next time”

Hasil Terjemahan : Sardi Darmaband

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *