Sword Art Online Vol 18 Bahasa Indonesia

Bagian 6.

“Aku…aku takkan pernah memaafkan…..!!”
DOOM!
Dengan suara yang tajam, sayatan pedang kedua mengenai punggung Klein. Hal misterius seperti itu yang belum mengering, air mata yang tak berhenti mengalir dari kedua mata Asuna.
Sementara itu, PoH, ketua guild dari ‘Laughin coffin’ menatap Klein yang tengah berada diambang keputus-asaan, bersusah payah mengeruk-ngeruk tanah untuk berdiri dan tangan
kanannya mencoba meraih si pria ber-jas hitam.
“Oh, aku tak melihatnya. Seekor ikan kecil yang tetap menjadi ikan kecil, tetapi aku tak berpikir akan menangkapnya, nanti juga akan datang dengan banyaknya. Jadi aku hanya akan melihatnya”
Merentangkan kedua tangannya, seorang pasukan crimson menggoyangkan lehernya dibelakang Klein Memberitahu mereka sesuatu dengan bahasa yang tidak terdengar oleh Asuna. Seorang pemain itu mengangguk dan menarik sebuah pedang baru.
Disaat itu, ketiga pedang yang berkilat untuk menghapus seluruh HP Klein, yang hanya tersisa sedikit lagi.
“Jungji!” — Ma-Tsu!
Suara teriakan yang terdengar berbahasa Korea, seorang pasukan crimson, yang berlari dari
belakang kerumunan, mengambil pedang yang hendak Klein raih dengan pedangnya sendiri.
Shhhh…. Mengapa ini sangat sakit!?

Jo Wolsaeng/Moonphase menahan sakit dipunggungnya yang telah ditebas oleh pria berjas
hitam, terkapar ditanah.

Seharusnya Amusphere hanya bisa menangkap sensasi rasa sakit dengan level yang sangat
rendah. Didalam “Silla Empire” yang saat ini dimainkan, walaupun avatar hancur karena naga Raksasa, itu akan membuat sensasi seperti mati sungguhan, tetapi hanya tiruan.
Namun sekarang Wolsaeng merasakan sakit seperti dipanggang api.

Tidak, rasa sakit ketika aku mendapat luka yang sama di dunia nyata mungkin bukan seperti ini.
Pria berjas hitam yang berpindah dengan cepat itu sangat lambat merespon pada seorang yang dia aku sebagai pemain yang mengingatkannya pada seseorang bersenjata mengerikan sebagai mantan pemain yang layak didepannya. Dalam kebenarannya, jika kau memakan mentah-mentah serangan itu, kau mungkin akan langsung terbunuh, dan kau takkan memilikinya, seharusnya kau mendapat luka parah hingga kau tak bisa menahannya, jadi, rasa sakit ini hanya tiruan, dengan kata lain hanya virtual, sampai akhir.

Tetapi walaupun aku tahu itu, tetap saja tak tertahankan, aku harus keluar dari sini.
Mau bagaimana pun, pemain yang terus menahan rasa sakit hingga terbaring diatas tanah.
Karena, aku tak bisa yakin.
Haker Jepang “menyerang” pengguna VRMMO-RPG di New York bersamaan dengan mengembangkannya bersama para sukarelawan dari Amerika, China, Korea, dan membunuh
penciptanya dalam dunia game. Aku ingin kau bertarung bersamaku untuk menghentikan
kekerasan Jepang.

Wolsaeng bersama pemain Korea dan China lainnya dive kedalam VRMMO ini untuk memanggilnya didalam jaringan internet. Dan memang, aku melihat ketika pemain Jepang
menyerang dan menghancurkan kelompok yang kurasa itu adalah kelompok Amerika.
Tetapi….apakah ini benar-benar pemandangan yang dikatakan oleh si pemanggil itu?
Didalam mata Wolsaeng, orang Jepang itu terlihat ingin menyerah, dan orang Amerika
menyerang mereka seperti halnya dalam game. Hingga terkesan kalau situasinya berbalik, dengan ribuan pasukan dari Korea dan China, “bala bantuan”, dan orang Jepang yang tak berguna itu, masih bersikukuh tanpa perubahan. Walaupun baju baja mereka telah hancur, dan HP nya semakin sedikit, masih berusaha melakukan sesuatu walau dengan putus asa….aku merasa seperti aku ingin mencoba untuk mempertahankannya daripada menghancurkannya.
Seorang pemain wanita yang berbicara bahasa Korea didalam kelompok Jepang bernama Siune, yang tadi berada di belakang Wolsaeng sebelum diserang oleh pria berjas hitam.

Lanjutannya bisa Agan baca di sini

“Sekian Volume kali ini, Jangan Lupa untuk membeli Light Novel ini jika terbit di kota kalian sebagai bukti apresiasi kalian terhadap karya si penulis dan terus dukung kami agar bisa memberikan postingan Volume-Volume berikutnya, see you next time”

Special Thank’s to : lianoatarashiisekai.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *